Mengulas Myelitis Transversa Untuk Kepentingan Tubuh

https://cms.sehatq.com/public/img/disease_img/myelitis-transversa-1552470039.jpg

sumber gambar: sehatq.com

Bagi anda yang sering merasa nyeri, lengan atau tungkai terasa lemas, kebas, dan bermasalah ketika buang air besar maupun buang air kecil sebaiknya berhati-hati. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa anda mengalami mielitis transversa. Istilah apa itu? Istilah medis kali ini banyak tidak dikenal oleh orang awam. Myelitis transversa adalah kasus peradangan yang terjadi pada salah satu bagian saraf tulang belakang yang mana termasuk bagian dari sistem saraf pusat dalam tubuh. Dilansir dari laman sehatq.com, penyakit ini terbagi menjadi dua jenis meliputi myelitis transversa subakut dan akut.

Penyebab penyakit myelitis transversa adalah belum ditemukan untuk sejauh ini. Akan tetapi setidaknya kasus ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, contohnya penyakit multiple sclerosis, neuromyelitis optica, serta infeksi pada penyakit cacar air, sifilis, lyme, dan herpes zoster. Penyebab lain yang mungkin terjadi ialah adanya virus dan gangguan pada kekebalan (imune) tubuh atau autoimun, misalnya sjogren’s syndrome dan lupus. Laman honestdocs.id menyatakan bahwa bisa juga terjadi disebabkan oleh bakteri (sifilis atau tuberkolosis) atau sebagai efek samping setelah melakukan vaksinisasi hepatitis B, vaksin MMR, atau DT.

Kita perlu mengetahi tanda-tanda munculnya penyakit ini. Hal tersebut perlu diketahui untuk proses penyembuhan sejak dini agar kesehatan pasien tidak semakin memburuk dan berakibat fatal. Maka dari itu, sesuai laman alodokter.com, gejala yang muncul bagi penderita myelitis transversa adalah seperti yang di bawah ini. Perlu anda ketahui bahwa gejala ini akan muncul secara bertahap setelah beberapa waktu bahkan beberapa hari setelah anda mengalami peradangan. Gejala ini terasa pada kedua sisi tubuh yang terkena saraf meradang tapi ada beberapa masalah di mana hanya terasa pada satu sisi tubuh saja.

  1. Tungkai atau Lengan Terasa Lemah

Tak hanya merasakan sakit akibat lengan atau tungkai yang kian melemah. Bahkan ada beberapa pasien yang hingga ingin berjalan dengan menyeret kaki yang kemungkinan diakibatkan terjadinya kelumpuhan. Baik itu kelumpuhan sebagian (paraparesis) atau kelumpuhan total (paraplegia).

  1. Timbul Masalah BAK dan BAB

Gangguan yang terjadi akibat adanya masalah dalam buang air kecil dan buang air besar misalnya, susah buang air kecil dan sembelit. Tidak menutup kemungkinna mengalami masalah sebaliknya, contohnya sering buang air kecil atau tidak mampu menahan buang air kecil (inkontunensia urin).

  1. Munculnya Gangguan Sensasi Tidak Normal (parestasi)

Sensasi yang dimaksud berupa kesemutan, terasa ingin terbakar, menggelitik, tertusuk, dingin, bahkan hingga mati rasa. Selain itu, bisa jadi berupa sensasi yang ditimbulkan akibat sensitif dengan gesekan pakaianm atau suhu panas.

  1. Munculnya Nyeri di Bagian Punggung Bawah dengan Tiba-Tiba.

Nyeri yang ditimbulkan ternyata berefek pada bagian tubuh lain, meliputi tungkai, dada, perut, atau bagian lain yang berhubungan dengan saraf tulang belakang yang terdampak.

Meskipun begitu, penyembuhan myelitis transversa adalah ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama ialah penyakit ini pasti sembuh bahkan penderita mampu berjalan kembali seperti sewajarnya. Akan tetapi dapat mengalami sebaliknya seperti kemungkinan kedua, yaitu akan mengalami kelumpuhan permanen jadi harus dibantu ketika menjalani aktivitas setiap harinya. Oleh karena itu, cepatlah datang ke dokter untuk memeriksakan gejala yang anda alami. Jika diperlukan, segeralah ke IGD apabila salah satu anggota tubuh mengalami kelemahan. Sebab, gejala penyakit ini dapat muncul pada penyakit saraf lain yang lebih berbahaya, seperti stroke. Selain itu beberapa penyakit, seperti lupus, multiple sclerosis, atau neuromyelitis optica juga terkait dengan terjadinya mielitus transversa. Jadi berhati-hati lah!

Obat yang dapat pasien konsumsi jika menderita penyakit ini diantaranya obat imunosupresif, pereda nyeri, kortikosteroid, atau antivirus. Apabila dalam pengobatannya tidak menimbulkan efek signifikan maka biasanya melakukan plasmaferesis. Tindakan ini khusus dilakukan pada penderita yang tidak merespon selama mengikuti pengobatan lain berlangsung. Cara kerjanya dengan mengganti cairan plasma darah dengan cairan infus. Anda juga dapat memakai alat bantu seperti respirator.

Read More